• Jelajahi

    Copyright © Radar Langit
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dari Ardimulyo untuk Indonesia: Danrem 083/Bdj Pastikan KDKMP Jadi Simpul Kemandirian Ekonomi Warga

    Tatag Buleng
    Sabtu, 02 Mei 2026, Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T13:27:44Z
    radar langit
    masukkan script iklan disini

     


    Malang, 2 Mei 2026 – Dari sebuah sudut desa di Kecamatan Singosari, semangat membangun Indonesia dari akar rumput terus menyala. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus S., S.Sos., M.M.S., M.Han., meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dusun Randu Gembolo, Desa Ardimulyo, Sabtu (2/5), sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa.


    Peninjauan itu menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi rakyat tidak hanya dirancang dari meja kebijakan, tetapi juga dipastikan berjalan di lapangan. Danrem meninjau fasilitas koperasi, berdiskusi dengan pengelola, serta mendengar langsung harapan masyarakat terhadap kehadiran KDKMP sebagai pusat aktivitas ekonomi desa.


    Bagi Danrem, koperasi bukan sekadar bangunan usaha, tetapi wadah gotong royong ekonomi yang mampu menghidupkan produktivitas masyarakat, memperluas kesempatan usaha, dan memperkuat daya tahan ekonomi warga menghadapi berbagai tantangan zaman.


    "Jika desa kuat, bangsa kuat. Jika ekonomi rakyat hidup, maka stabilitas sosial dan ketahanan nasional akan tumbuh semakin kokoh. Karena itu program seperti KDKMP harus kita jaga bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Danrem.


    Sekretaris Desa Ardimulyo, Hamzah, menyampaikan rasa terima kasih atas terbangunnya koperasi tersebut di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat menyambut KDKMP dengan penuh optimisme.


    "Kami sangat berterima kasih karena Desa Ardimulyo dipercaya menjadi bagian dari program ini. KDKMP memberi harapan besar bagi warga kami untuk maju, mandiri, dan memiliki peluang ekonomi yang lebih baik di masa depan," katanya.


    Dari Ardimulyo, pesan pembangunan itu terasa jelas: desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi pusat lahirnya kekuatan ekonomi bangsa. ***

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini